Sinergi Pusat–Daerah Percepat Hilirisasi Pertanian Maluku
Ambon, 30 Juni 2026 - Forum Koordinasi Strategis Pusat–Daerah dilaksanakan sebagai wadah kolaborasi dalam pembangunan pertanian di Provinsi Maluku. Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen kuat lintas sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Di tengah ketidakpastian geopolitik, sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan tetap memiliki potensi besar untuk dioptimalkan. Namun, sumber daya alam Maluku selama ini masih banyak dijual dalam bentuk mentah. Oleh karena itu, hilirisasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah, memperkuat daya saing, memperluas akses pasar, serta menciptakan lapangan kerja. Forum ini diharapkan mampu merumuskan langkah konkrit dalam mendorong hilirisasi sumber daya di Maluku.
Diskusi dipandu oleh Asisten II Kasrul Selang sebagai moderator. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Maluk Anang Rohmawan menyampaikan materi mengenai sinergi fiskal pusat dan daerah. Ia menekankan bahwa kontribusi sektor pertanian, kehutanan, dan PDRB Maluku relatif stabil pada kisaran 24–26% sepanjang 2010–2025. Tantangan yang dihadapi antara lain Nilai Tukar Petani (NTP) yang masih berada di bawah 100, ekspor perkebunan dan rempah yang hanya berkontribusi 0,36%, serta penurunan luas panen dalam delapan tahun terakhir meskipun produktivitas mengalami peningkatan.
Selanjutnya, Kapala Pertanian Maluku Ilham Tauda memaparkan arah kebijakan dan strategi pengembangan komoditas unggulan. Ia menyoroti keterbatasan infrastruktur dan sarana prasarana pertanian yang menurunkan efisiensi produksi dan distribusi. Ketergantungan pasokan pangan dari luar daerah juga menimbulkan kerentanan terhadap inflasi dan gangguan distribusi antar pulau. Selain itu, akses transportasi yang terbatas dan tingginya biaya logistik dari sentra produksi ke pusat pemasaran menjadi hambatan besar. Kondisi ini diperburuk dengan tidak adanya alokasi khusus penanganan inflasi di tingkat kabupaten/kota.
Kepala BRMP Maluku Gunawan dalam materinya mengulas terkait dukungan Kementerian Pertanian melalui berbagai bantuan pemerintah untuk Provinsi Maluku. Termasuk juga berbagai kegiatan terutama perbenihan padi, jagung, dan bawang merah yang akan menjadi logistik untuk para petani dalam meningkatkan produksi dan produktivitas.
Sementara itu perwakilan dari PTPN I Regional 9 Kantor Awaya menyampaikan progress hilirisasi kelapa dan pala. Dalam pemaparannya ditargertkan pada bulan Agustus depan sudah mulai land construction dengan proses pembangunan 12-18 bulan. Kegiatan hilirisasi pala dan kelapa merupakan bagian untuk mendukung peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, penguatan ekosistem petani; pengembangan ekonomi Kawasan;
Kegiatan ini turun dihadiri oleh BPS Provinsi Maluku, Universitas Pattimura, Balai Wilayah Sungai Maluku, Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, OJK Maluku, serta berbagai Organisasi Perangkat Daerah terkait.
Forum Koordinasi Strategis Pusat–Daerah ini menegaskan pentingnya sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan pertanian komoditas unggulan di Maluku. Melalui diskusi dan berbagai masukan yang ada menunjukkan komitmen bersama untuk mendorong hilirisasi, memperkuat infrastruktur, meningkatkan efisiensi logistik, serta memperluas akses pasar di Provinsi Maluku.
Partisipasi aktif dari lembaga pemerintah, akademisi, perbankan, dan organisasi perangkat daerah semakin memperkuat ekosistem kolaborasi yang diharapkan mampu menghasilkan langkah konkrit dalam pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Dengan dukungan lintas sektor, Maluku diharapkan dapat mengoptimalkan potensi sumber daya alamnya, meningkatkan nilai tambah, memperkuat daya saing, serta menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat.
https://www.facebook.com/share/p/1ENw4L116p/